
Pantau - Amerika Serikat dilaporkan mendesak Oman untuk mengambil sikap yang lebih tegas dalam konflik Timur Tengah, termasuk meminta negara tersebut memutus hubungan diplomatik dengan Iran, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan negara-negara Arab.
Laporan yang dipublikasikan pada 1 Juni 2026 itu menyebut Washington meningkatkan tekanan terhadap Oman yang selama ini dikenal sebagai pihak netral dan sering memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang berkonflik di kawasan.
Menurut laporan tersebut, posisi Oman dinilai berbeda dibanding sejumlah sekutu utama AS di Timur Tengah karena negara itu bukan produsen minyak besar seperti beberapa mitra Washington lainnya dan tidak menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat.
Karena kondisi tersebut, AS disebut memperlakukan Oman secara berbeda dibanding sekutu-sekutunya yang lain di kawasan.
Ancaman Terkait Selat Hormuz
Pada 28 Mei 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Oman bahwa Washington akan secara aktif memburu pihak-pihak yang membantu Iran mengumpulkan biaya transit melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia dan memiliki peran strategis bagi perdagangan minyak global.
Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump mengancam akan "meledakkan" Oman apabila negara tersebut mencoba mengambil alih kendali atas Selat Hormuz.
Meski terdapat tekanan politik dan ancaman verbal dari sejumlah pejabat AS, laporan tersebut menyatakan Washington belum memiliki rencana untuk menyerang Oman dalam waktu dekat.
Tidak ada indikasi rencana operasi militer langsung terhadap Oman terkait posisinya yang dianggap mendukung Iran.
Oman Hadapi Dilema dan Siapkan Respons
Laporan tersebut menyebut Oman mulai kehilangan posisinya sebagai pihak netral yang selama ini dapat diterima berbagai pihak untuk memfasilitasi dialog dan kerja sama.
Jika Oman memilih berpihak kepada Amerika Serikat, negara itu disebut menghadapi risiko berupa potensi serangan dari Iran serta ancaman keamanan yang serupa dengan yang dialami sejumlah negara tetangga selama konflik berlangsung.
Menurut laporan tersebut, pejabat Oman merasa terkejut dengan munculnya sikap yang dinilai lebih bermusuhan dari Amerika Serikat.
Pemerintah Oman saat ini disebut sedang menyiapkan respons diplomatik, mengkaji perkembangan situasi, dan menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Laporan itu menegaskan bahwa Oman berada dalam posisi sulit antara mempertahankan hubungan dengan Iran atau memenuhi tekanan yang datang dari Washington.
- Penulis :
- Shila Glorya





