HOME  ⁄  Geopolitik

Kuwait dan Bahrain Siaga, Sistem Pertahanan Udara Cegat Ancaman Rudal dan Drone

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kuwait dan Bahrain Siaga, Sistem Pertahanan Udara Cegat Ancaman Rudal dan Drone
Foto: (Sumber : Asap mengepul setelah serangan pesawat tak berawak Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait di Kota Kuwait, Kuwait pada Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Anadolu Agency).

Pantau - Kuwait dan Bahrain meningkatkan kewaspadaan keamanan setelah muncul ancaman rudal dan drone di kawasan, dengan sistem pertahanan udara Kuwait melakukan pencegatan target musuh sementara Bahrain membunyikan sirene darurat dan mengarahkan warga menuju lokasi aman.

Kuwait Kerahkan Sistem Pertahanan Udara

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu telah merespons ancaman rudal dan drone yang dianggap berbahaya pada Sabtu (6/6).

Melalui platform X, militer Kuwait mengungkapkan bahwa ledakan yang mungkin terdengar oleh masyarakat merupakan dampak dari operasi pencegatan terhadap target musuh.

Pernyataan tersebut menyebutkan, "Masyarakat diimbau mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait."

Pihak berwenang juga meminta warga tetap waspada dan mengikuti arahan resmi selama situasi berlangsung.

Bahrain Bunyikan Sirene dan Minta Warga Berlindung

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi sirene peringatan telah dibunyikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan.

Melalui unggahan di platform yang sama, pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang dipicu konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu aksi saling balas di kawasan.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke Israel dan menargetkan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Iran juga disebut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi distribusi energi global.

Meski saat ini gencatan senjata masih berlaku, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas di kawasan terus berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan