
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan dua kapal mengalami insiden setelah berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak aman, sementara dua kapal lainnya dicegah melanjutkan pelayaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars pada Minggu.
Iran Klaim Selat Hormuz Berada di Bawah Kendali
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan kapal-kapal tersebut “berupaya mengganggu stabilitas kawasan dan keluar dari Selat Hormuz melalui jalur yang tidak aman dengan dukungan Amerika Serikat."
Pernyataan itu tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis insiden yang dialami kedua kapal tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menegaskan Selat Hormuz berada di bawah “kendali penuh” mereka.
Mereka menyatakan bahwa “satu-satunya jalur pelayaran yang aman” adalah jalur pelayaran yang telah ditentukan dan diumumkan oleh otoritas Iran.
Ketegangan Iran dan AS Masih Berlanjut
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.
Aksi saling serang itu terjadi meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang.
- Penulis :
- Gerry Eka





