HOME  ⁄  Geopolitik

Laporan Sebut Iran Diduga Menjual Minyak Hingga 6 Miliar Dolar AS Selama Masa Gencatan Senjata

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Laporan Sebut Iran Diduga Menjual Minyak Hingga 6 Miliar Dolar AS Selama Masa Gencatan Senjata
Foto: Ilustrasi kapal komersial dan kapal tanker minyak.

Pantau - Iran diduga menjual sekitar 70 juta barel minyak senilai lima hingga enam miliar dolar AS selama sekitar satu bulan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan setelah pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip para analis serta data organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran (UANI) menyebut penjualan minyak tersebut memungkinkan Teheran membangun cadangan devisa sebelum Amerika Serikat kembali memberlakukan pembatasan.

Penjualan Minyak Terjadi Setelah Blokade Laut Dicabut

Pada Juni lalu, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan pasukan AS atas perintah Presiden Donald Trump telah mencabut blokade laut terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Tidak lama kemudian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Amerika Serikat telah mencabut pembatasan ekspor minyak Iran, mencairkan sejumlah aset Iran yang sebelumnya dibekukan, serta meluncurkan rencana pemulihan ekonomi negara tersebut.

Pada Juli, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak menyesali keputusan mencabut blokade laut karena Washington memberikan kesempatan kepada Teheran untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Gencatan Senjata Berakhir Setelah Eskalasi Kembali Terjadi

Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang menyerukan penghentian perang yang dipicu oleh agresi militer AS bersama Israel pada 28 Februari.

Militer AS kemudian dilaporkan kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Militer Iran membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.

Teheran menuduh Washington telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.

Laporan mengenai dugaan penjualan minyak Iran tersebut bersumber dari The Wall Street Journal yang mengutip analis serta data United Against Nuclear Iran (UANI).

Penulis :
Gerry Eka