HOME  ⁄  Ekonomi

WEF Nilai Metodologi Penilaian Pembiayaan China Berpotensi Hasilkan Kesimpulan Menyesatkan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

WEF Nilai Metodologi Penilaian Pembiayaan China Berpotensi Hasilkan Kesimpulan Menyesatkan
Foto: Para peserta mencicipi masakan China saat resepsi "Malam Dalian" di Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. Kota pesisir Dalian mengadakan resepsi dan menampilkan pertunjukan musik serta masakan gourmet lokal. Dalian akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Juara Baru WEF 2026, yang juga dikenal sebagai Davos Musim Panas, pada bulan Juni.

Pantau - Sebuah artikel yang diterbitkan di situs Forum Ekonomi Dunia (WEF) menilai sejumlah lembaga riset internasional menggunakan tolok ukur yang tidak mencerminkan kondisi pasar di China sehingga menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan terkait pembiayaan bank-bank komersial China yang disebut berada di bawah tingkat pasar.

Artikel tersebut menyoroti laporan sejumlah organisasi internasional, termasuk Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang menganggap pembiayaan bank komersial China kepada perusahaan sebagai bentuk subsidi industri berskala besar.

Tolok Ukur Dinilai Tidak Mencerminkan Kondisi Pasar

Artikel yang ditulis Yang He bersama tiga pakar lainnya menjelaskan bahwa Loan Prime Rate (LPR) tidak dapat disamakan dengan tolok ukur bebas risiko karena hanya berfungsi sebagai acuan penetapan harga pinjaman.

Para penulis menyebut suku bunga pinjaman yang berada di bawah LPR lebih mencerminkan rendahnya risiko kredit atau kualitas agunan yang dimiliki peminjam dibandingkan adanya perlakuan kebijakan preferensial.

Mereka juga menyatakan bahwa penerapan metodologi OECD terhadap sampel penerbit obligasi korporasi di Amerika Serikat menghasilkan temuan serupa mengenai pembiayaan yang disebut berada di bawah tingkat pasar.

Profitabilitas Bank Jadi Sorotan

Artikel tersebut menyebut penggunaan tolok ukur yang lebih sesuai dengan kondisi pasar keuangan China menunjukkan rata-rata biaya pembiayaan perusahaan justru berada 0,2 poin persentase di atas tolok ukur pasar.

Para penulis juga menilai tingkat profitabilitas bank-bank komersial utama China setara bahkan dalam beberapa kasus melampaui bank besar di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Mereka menyimpulkan penggunaan tolok ukur pasar yang lebih rasional dan tepat diperlukan untuk meningkatkan akurasi, kredibilitas, serta keadilan dalam penilaian subsidi di tingkat internasional.

Penulis :
Gerry Eka