
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional sekaligus memperkuat pasar domestik.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan salah satu langkah memperluas pasar internasional dilakukan melalui keikutsertaan dalam pameran dagang di Mumbai dan New Delhi, India.
Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan pengembangan pasar ekonomi kreatif ke sejumlah negara lain, termasuk Vietnam dan Brunei Darussalam.
Rano menilai ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan utama Jakarta sehingga ekosistem dan industrinya perlu dikembangkan secara bersama-sama.
“Yang menjadi kekuatan Jakarta adalah pada ekonomi kreatif. Untuk itu, mari kita konsentrasi mengembangkan ekosistem serta industri ekonomi kreatif di Jakarta,” kata Rano dalam acara pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu.
Ekonomi Kreatif Didorong Menyebar ke Berbagai Wilayah
Rano mengatakan Jakarta merupakan kota yang terus berkembang dan akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 sehingga pembangunan kota membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak.
Pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu unsur yang dinilai memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan Jakarta menjelang momentum tersebut.
Menurut Rano, ekonomi kreatif mempunyai potensi besar untuk terus dikembangkan karena mencakup 17 subsektor yang saling berkaitan.
Pemprov DKI Jakarta karena itu membutuhkan dukungan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat wilayah untuk membantu mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif di setiap kawasan.
Potensi yang telah teridentifikasi selanjutnya dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik dan kekuatan masing-masing wilayah.
Rano mencontohkan Blok M yang kini berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi kreatif di Jakarta.
Perkembangan Blok M menunjukkan pembangunan ekosistem ekonomi kreatif dapat menghidupkan sebuah kawasan sekaligus memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta ingin pusat-pusat ekonomi kreatif tidak hanya terkonsentrasi di wilayah selatan Jakarta, tetapi juga berkembang di kawasan lainnya.
Rano mengatakan dirinya bersama Gubernur DKI Jakarta ingin membagi pengembangan potensi ekonomi kreatif ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
“Kami, bersama Gubernur DKI, ingin membagi wilayah Jakarta. Jangan hanya fokus di wilayah selatan ini, tapi kita akan membagi ke utara, kita akan membagi ke barat,” ungkap Rano.
Basis Data Diperkuat untuk Petakan Potensi Ekonomi Kreatif
Selain memperluas wilayah pengembangan, Rano menekankan pentingnya meningkatkan literasi mengenai ekonomi kreatif serta memperkuat basis data sektor tersebut.
Basis data yang kuat diperlukan agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memetakan potensi ekonomi kreatif di setiap wilayah Jakarta secara lebih akurat.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif secara tepat berdasarkan kebutuhan, karakteristik, dan kekuatan masing-masing kawasan.
Penguatan ekosistem, pemerataan pusat aktivitas, serta perluasan pasar domestik dan internasional menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong perkembangan industri ekonomi kreatif di ibu kota.
- Penulis :
- Arian Mesa




