HOME  ⁄  Geopolitik

Israel Tutup Seluruh Perbatasan Gaza Setelah Serangan Rudal Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Israel Tutup Seluruh Perbatasan Gaza Setelah Serangan Rudal Iran
Foto: (Sumber : Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, Minggu (7/6/2026). Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut. ANTARA/Anadolu Agency/Wisam Hashlamoun/pri..)

Pantau - Otoritas Israel menutup seluruh penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.

Penyeberangan Gaza Ditutup Sementara

Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (Coordinator of Government Activities in the Territories/COGAT), unit di bawah Kementerian Pertahanan Israel, mengumumkan langkah tersebut pada Senin (8/6/2026).

Kebijakan itu diberlakukan sebagai bagian dari langkah keamanan menyusul meningkatnya eskalasi setelah serangan rudal Iran.

Menurut laporan The Times of Israel, penutupan mencakup seluruh akses utama menuju Jalur Gaza, termasuk penyeberangan Kerem Shalom dan Rafah.

COGAT menyatakan langkah tersebut tidak akan memengaruhi kondisi kemanusiaan di Gaza.

Otoritas Israel beralasan pasokan makanan yang telah masuk ke wilayah tersebut sejak gencatan senjata dimulai telah melebihi kebutuhan gizi penduduk berdasarkan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun, sejumlah organisasi Palestina dan lembaga internasional sebelumnya telah memperingatkan memburuknya kondisi kelaparan di Jalur Gaza.

Bantuan Kemanusiaan Masih Menjadi Sorotan

Pejabat Palestina menilai Israel belum sepenuhnya memenuhi komitmen dalam perjanjian gencatan senjata, khususnya terkait akses masuk bantuan kemanusiaan.

Mereka menyebut pengiriman makanan, perlengkapan medis, bahan pembangunan tempat tinggal, serta kebutuhan rekonstruksi masih belum berjalan sesuai kesepakatan.

Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan korban besar di Jalur Gaza.

Berdasarkan data otoritas Palestina, hampir 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan serangan yang masih terjadi hampir setiap hari telah menyebabkan 961 warga Palestina tewas dan 3.020 lainnya terluka selama periode tersebut.

Penutupan seluruh perbatasan Gaza dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan rudal Iran dan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan