HOME  ⁄  Geopolitik

Komisi Eropa Mengusulkan Paket Sanksi Ke-21 terhadap Rusia yang Menyasar Energi, Kripto, hingga Perikanan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Komisi Eropa Mengusulkan Paket Sanksi Ke-21 terhadap Rusia yang Menyasar Energi, Kripto, hingga Perikanan
Foto: Arsip foto - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia 23/5/2025 (sumber: Xinhua/Zhao Dingzhe)

Pantau - Komisi Eropa mengusulkan paket sanksi ke-21 terhadap Rusia yang menargetkan sektor energi, jasa keuangan, kripto, perdagangan, dan untuk pertama kalinya sektor perikanan, sebagaimana disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa, 9 Juni 2026.

Paket tersebut masih memerlukan persetujuan seluruh negara anggota Uni Eropa sebelum dapat diberlakukan secara resmi.

Sanksi Menyasar Energi dan Armada Bayangan

Komisi Eropa menyatakan salah satu langkah yang diusulkan adalah penangguhan mekanisme penyesuaian otomatis batas harga minyak hingga Januari tahun depan.

Menurut Komisi Eropa, kebijakan tersebut dimaksudkan agar pasar minyak dapat lebih stabil sekaligus tetap memberikan tekanan terhadap pendapatan Rusia.

Komisi Eropa juga mengusulkan penambahan 30 kapal ke dalam daftar sanksi setelah sebelumnya sebanyak 632 kapal telah lebih dahulu dikenai sanksi Uni Eropa.

Untuk pertama kalinya, sanksi akan dikenakan terhadap kapal-kapal yang memberikan layanan pendukung bagi armada bayangan Rusia, termasuk kegiatan penyuplaian bahan bakar atau bunkering.

Usulan tersebut turut mencakup pembatasan terhadap pelabuhan, bandar udara, dan kilang yang terlibat dalam perdagangan maupun pengolahan minyak Rusia.

Selain itu, penjualan kapal tanker liquefied natural gas (LNG) kepada Rusia juga diusulkan untuk dibatasi.

Pembatasan Keuangan, Perdagangan, dan Perikanan

Dalam sektor keuangan dan kripto, Komisi Eropa mengusulkan perluasan larangan transaksi terhadap 31 bank Rusia tambahan.

Larangan transaksi juga akan mencakup 20 bank, perusahaan kripto, platform, dan pelaku perdagangan minyak di negara-negara ketiga.

Pada sektor perdagangan, paket sanksi memperkenalkan pembatasan ekspor baru terhadap barang dan teknologi yang digunakan oleh industri militer Rusia, termasuk peralatan yang berkaitan dengan penggunaan drone.

Komisi Eropa juga mengusulkan larangan impor terhadap sejumlah barang dari Rusia senilai sekitar 60 juta euro yang meliputi jenis logam tertentu dan suku cadang otomotif untuk mengurangi ketergantungan Uni Eropa terhadap impor dari Rusia.

Untuk pertama kalinya, Uni Eropa mengusulkan pembatasan terhadap sektor perikanan Rusia melalui pembatasan substansial atas impor beberapa produk ikan serta larangan total terhadap impor sejumlah produk perikanan tertentu, termasuk ikan kod.

Ursula von der Leyen mengumumkan usulan baru berupa larangan masuk ke wilayah Uni Eropa bagi individu yang pernah bertugas di angkatan bersenjata Rusia sejak dimulainya konflik Ukraina.

Penulis :
Shila Glorya