HOME  ⁄  Ekonomi

Menko IPK Tegaskan Transformasi Transportasi Jadi Kunci Menjawab Tantangan Pembangunan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menko IPK Tegaskan Transformasi Transportasi Jadi Kunci Menjawab Tantangan Pembangunan Indonesia
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta. ANTARA/Aji Cakti.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan transformasi sektor transportasi menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia, terutama untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Transformasi Transportasi Dukung Ketahanan Energi

AHY mengatakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun di saat yang sama juga menghadapi peningkatan kebutuhan energi dan tekanan terhadap lingkungan.

"Di satu sisi, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan tersebut akan meningkatkan kebutuhan energi dan tekanan terhadap lingkungan. Karena itu, transformasi sektor transportasi menjadi kunci agar ketahanan energi, daya saing ekonomi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Pemerintah terus memperkuat strategi swasembada energi melalui peningkatan bauran biodiesel, eksplorasi dan peningkatan lifting minyak bumi, pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan energi, serta perluasan pemanfaatan energi terbarukan.

Langkah tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Namun, konsumsi diesel nasional dalam lima tahun terakhir meningkat 24,5 persen, sedangkan produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 51,6 persen kebutuhan nasional.

Kondisi tersebut turut membebani anggaran negara dengan nilai subsidi dan kompensasi solar mencapai Rp415,84 triliun sepanjang periode 2019 hingga 2024.

WRI Dorong Dekarbonisasi Angkutan Barang

Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menyebut transformasi transportasi tidak hanya berkaitan dengan penurunan emisi gas rumah kaca, tetapi juga menjadi strategi penting untuk mencapai swasembada energi.

"Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040," ujarnya.

Ia mengungkapkan kapasitas produksi diesel domestik diperkirakan hanya mencapai 26,5 juta kiloliter.

"Artinya, peningkatan pasokan energi saja tidak akan cukup. Kita juga harus mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi angkutan barang menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia," katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, WRI Indonesia menginisiasi Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) yang diluncurkan pada 2025 dan telah melibatkan 42 perusahaan dari ekosistem logistik dalam kajian, forum diskusi, serta pendampingan implementasi kendaraan berat nol emisi.

Melalui IFDA, WRI Indonesia juga mengembangkan platform Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE) untuk membantu pemerintah dan pelaku industri mengevaluasi kesiapan rute, kebutuhan pengisian daya, serta prioritas pembangunan infrastruktur sebelum investasi dilakukan.

Penulis :
Aditya Yohan