HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Dorong Penguatan Kemitraan ASEAN-Uni Eropa melalui Perdagangan, Energi, dan Pengembangan SDM

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Dorong Penguatan Kemitraan ASEAN-Uni Eropa melalui Perdagangan, Energi, dan Pengembangan SDM
Foto: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan usai ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina (sumber: Kemenlu)

Pantau - Indonesia mendorong penguatan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa melalui kerja sama konkret di bidang perdagangan, energi, dan pengembangan sumber daya manusia yang disampaikan dalam ASEAN-European Union Post-Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa tantangan global yang saling terkait membuat kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin relevan untuk menghadapi berbagai dinamika internasional.

Ia mengungkapkan, "ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan."

Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Energi

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas ASEAN-Uni Eropa dengan memanfaatkan momentum berbagai perjanjian perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN.

Menurut Sugiono, integrasi ekonomi yang lebih erat akan memperkuat perdagangan dan investasi.

Ia menilai integrasi ekonomi juga dapat meningkatkan ketahanan rantai pasok di kedua kawasan.

Di sektor energi, Indonesia mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi ASEAN.

Indonesia menekankan bahwa dukungan terhadap transisi energi harus tetap memperhatikan keamanan energi, keterjangkauan harga, serta keandalan pasokan energi.

Sugiono mengatakan, "Ada peluang yang lebih luas untuk investasi infrastruktur energi yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas."

Pengembangan SDM dan Penguatan Multilateralisme

Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi kemitraan ASEAN dan Uni Eropa.

Sugiono mengatakan, "Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Karena itu, investasi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat harus terus diperkuat."

ASEAN dan Uni Eropa mewakili lebih dari satu miliar penduduk serta sekitar seperlima perekonomian dunia.

Kedua kawasan memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat multilateralisme dan berkomitmen menjunjung tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan.

Sugiono menggarisbawahi pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Pada 2027, ASEAN dan Uni Eropa akan memperingati 50 tahun kemitraan melalui penyelenggaraan KTT yang mempertemukan para pemimpin kedua kawasan.

Momentum peringatan 50 tahun kemitraan tersebut diharapkan menjadi titik tolak untuk mempererat hubungan ASEAN dan Uni Eropa sehingga semakin relevan serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kedua kawasan.

Penulis :
Leon Weldrick