HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Siapkan Infrastruktur Bioetanol untuk Dukung Target Pemerintah Menuju E20

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina Siapkan Infrastruktur Bioetanol untuk Dukung Target Pemerintah Menuju E20
Foto: Petani menggunakan alat berat memindahkan tebu sebagai bahan baku bioetanol saat panen raya di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17/7/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Pantau - PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi energi melalui pengembangan bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol, termasuk program E5 hingga E20.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, "Pertamina telah menyiapkan infrastruktur blending, terminal BBM, serta fasilitas distribusi."

Muhammad Baron menyampaikan Pertamina siap mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan bioetanol.

Pertamax Green 95 Dipasarkan Bertahap

Saat ini PT Pertamina Patra Niaga telah memasarkan Pertamax Green 95 di 177 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Pemasaran Pertamax Green 95 merupakan bagian dari implementasi bertahap pemanfaatan bioetanol di Indonesia.

Pertamax Green 95 merupakan campuran Pertamax dengan 5 persen bioetanol nabati berbahan dasar tebu atau E5.

Muhammad Baron mengatakan, "Pertamina juga memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat secara aman dan andal."

Pengembangan Fasilitas dan Target E20

Secara terpisah, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengungkapkan Pertamina saat ini sedang membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Fasilitas bioetanol di Glenmore tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 30 ribu kiloliter per tahun.

Pengembangan program E10 merupakan strategi pemerintah untuk menekan impor bensin.

Program E10 juga ditujukan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto berencana menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia.

Pemerintah berencana membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik etanol.

Pembangunan pabrik tersebut bertujuan mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) yang dicampur dengan etanol.

Presiden Prabowo Subianto mencontohkan India yang telah mencapai penggunaan E20.

Presiden Prabowo Subianto juga mencontohkan Brasil yang telah mencapai penggunaan E100.

Berdasarkan pencapaian India dan Brasil, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme Indonesia dapat mencapai target penggunaan bioetanol hingga tingkat E20.

Penulis :
Leon Weldrick