HOME  ⁄  Geopolitik

CENTCOM Umumkan Serangan Tambahan Amerika Serikat terhadap Sejumlah Target di Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CENTCOM Umumkan Serangan Tambahan Amerika Serikat terhadap Sejumlah Target di Iran
Foto: (Sumber : Ilustrasi- Amerika Serikat dan Iran. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Presiden Donald Trump dengan alasan membela diri di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

CENTCOM Sebut Operasi Dilakukan atas Arahan Presiden Trump

Melalui pernyataan di platform X, CENTCOM menyatakan operasi dimulai pada Rabu pukul 17.15 waktu setempat atau Kamis pukul 04.15 WIB.

“Pasukan Komando Pusat Amerika Serikat mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan pada hari ini pada pukul 17.15 ET (Kamis, 04.15 WIB) terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” ungkap CENTCOM.

CENTCOM juga menyatakan, “Serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.”

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan operasi militer yang telah direncanakan akan difokuskan pada fasilitas-fasilitas utama di Iran.

“Komando Pusat akan sangat sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan bahwa kami akan menyerang Iran dengan keras, dan itulah yang akan kami lakukan,” ujar Pete Hegseth.

Ketegangan Berlanjut di Tengah Klaim Berbeda soal Selat Hormuz

Menurut laporan yang dikutip Anadolu, keputusan meningkatkan serangan diambil setelah Iran disebut menembak jatuh sebuah helikopter Apache Amerika Serikat pada awal pekan ini.

Di sisi lain, media Fox News melaporkan operasi militer Amerika Serikat masih berlangsung dan mengutip seorang pejabat AS yang membantah adanya bentrokan laut dengan Iran.

Sementara itu, markas besar militer Iran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz bagi seluruh kapal di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Namun, CENTCOM menolak klaim tersebut dan menyatakan kapal-kapal komersial tetap melintas melalui Selat Hormuz serta menegaskan tidak ada kapal perang Amerika Serikat yang terkena serangan di wilayah itu.

Penulis :
Aditya Yohan