HOME  ⁄  Geopolitik

CENTCOM Mengklaim Alihkan 141 Kapal Komersial dan Lumpuhkan Sembilan Kapal dalam Blokade Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

CENTCOM Mengklaim Alihkan 141 Kapal Komersial dan Lumpuhkan Sembilan Kapal dalam Blokade Selat Hormuz
Foto: (Sumber : Pasukan Amerika Serikat telah mengalihkan rute 141 kapal komersial dan melumpuhkan sembilan kapal lainnya sebagai bagian dari blokade yang sedang berlangsung di Selat Hormuz, demikian pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Sabtu)

Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) mengklaim telah mengalihkan rute 141 kapal komersial dan melumpuhkan sembilan kapal sebagai bagian dari pelaksanaan blokade yang sedang berlangsung di Selat Hormuz, sebagaimana disampaikan melalui platform X pada Sabtu.

CENTCOM Sampaikan Klaim Pelaksanaan Blokade

CENTCOM menyatakan bahwa hingga 13 Juni pasukannya telah mengalihkan rute 141 kapal komersial serta melumpuhkan sembilan kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade. “Hingga 13 Juni, pasukan CENTCOM telah mengalihkan rute 141 kapal komersial dan melumpuhkan sembilan kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade,” demikian kutipan pernyataan CENTCOM.

Ketegangan dan Upaya Diplomatik Masih Berlangsung. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi serta menimbulkan korban sipil. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan juga menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Iran menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata yang kemudian diikuti perundingan lanjutan di Islamabad. Perundingan tersebut belum menghasilkan terobosan yang berarti dan hingga kini proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Upaya diplomatik terbaru difokuskan pada penyusunan dan penyelesaian rancangan nota kesepahaman yang dimaksudkan menjadi kerangka kesepakatan antara kedua negara. Meskipun proses diplomatik berjalan, kedua negara masih sesekali terlibat dalam aksi serangan terbatas yang berlangsung secara terpisah.

Penulis :
Gerry Eka