HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Akan Kirim Delegasi Pakar ke Greenland untuk Mengkaji Potensi Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jepang Akan Kirim Delegasi Pakar ke Greenland untuk Mengkaji Potensi Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Greenland)

Pantau - Pemerintah Jepang akan mengirim delegasi yang terdiri dari para pakar ke Greenland pada musim panas 2026 untuk mempelajari potensi penambangan logam tanah jarang dan berbagai mineral strategis lainnya sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan yang selama ini masih didominasi oleh China.

Jepang Evaluasi Peluang Investasi Pertambangan

Delegasi tersebut dijadwalkan berkonsultasi dengan Pemerintah Otonom Greenland mengenai peluang pengembangan sektor pertambangan di wilayah tersebut.

Para ahli Jepang juga akan meninjau lokasi tambang yang sedang dipersiapkan untuk kegiatan penambangan logam tanah jarang.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut jenis-jenis sumber daya mineral yang tersedia di Greenland.

Pemerintah Jepang turut menilai besaran cadangan yang dimiliki serta biaya produksi yang diperlukan untuk mengeksploitasi sumber daya tersebut.

Hasil kajian itu akan digunakan untuk menilai kelayakan investasi dan menentukan skala investasi yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Jepang di masa mendatang.

Menurut laporan harian Nikkei yang mengutip berbagai sumber, termasuk data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan laporan Sputnik/RIA Novosti-OANA, upaya ini merupakan bagian dari strategi Jepang untuk mendiversifikasi pasokan logam tanah jarang.

Ketergantungan pada China Jadi Pertimbangan

Diversifikasi pasokan dinilai penting karena pasar global masih sangat bergantung pada China yang saat ini menyumbang sekitar 70 persen produksi logam tanah jarang dunia.

Salah satu logam tanah jarang yang diproduksi China adalah disprosium yang menjadi komponen penting dalam mesin kendaraan listrik.

Berdasarkan data USGS, Greenland diperkirakan memiliki cadangan logam tanah jarang sekitar 1,5 juta ton sehingga menempati peringkat kedelapan di dunia dalam hal cadangan komoditas tersebut.

Sebelumnya, pada November 2025, delegasi gabungan dari pemerintah dan sektor swasta Jepang telah mengunjungi sebuah tambang feldspar yang beroperasi di Greenland.

Berdasarkan penilaian pihak Jepang, tambang feldspar tersebut tetap memiliki prospek bisnis yang baik meskipun berada di lingkungan dengan cuaca yang sangat dingin.

Feldspar merupakan kelompok mineral silikat yang menjadi salah satu komponen utama penyusun kerak bumi dan banyak ditemukan pada batuan beku, batuan metamorf, maupun batuan sedimen.

Kerak bumi diperkirakan tersusun atas sekitar 60 persen feldspar, 12 persen kuarsa, dan sisanya berbagai mineral lainnya.

Meskipun termasuk salah satu mineral paling umum di Bumi karena kelimpahannya yang tinggi, nilai ekonomi feldspar secara umum tidak setinggi logam tanah jarang, emas, tembaga, maupun litium.

Penulis :
Gerry Eka