
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyoroti pemikiran Mohammad Hatta atau Bung Hatta mengenai koperasi sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan keadilan sosial saat menghadiri Rapat Umum Tahunan ke-10 Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (KOPROJAYA) di Putrajaya, Malaysia, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Anwar Angkat Gagasan Bung Hatta dan Demokrasi Sosial
Anwar membuka pemaparannya dengan menyatakan, "Saya memandang gerakan koperasi dari sudut yang lebih luas daripada sekadar keuntungan atau pembagian dividen."
Ia menjelaskan bahwa koperasi pada hakikatnya membawa gagasan besar untuk membangun kekuatan ekonomi rakyat melalui partisipasi yang lebih luas dan pembagian manfaat yang lebih adil.
Menurut Anwar, konsep koperasi menjadi alternatif terhadap kondisi ketika kekayaan hanya dimonopoli oleh segelintir pihak yang memiliki modal dan pengaruh besar.
Ia menilai dari gagasan tersebut lahir pembahasan mengenai keadilan sosial dan demokrasi sosial yang menempatkan rakyat sebagai bagian penting dalam kehidupan ekonomi.
Anwar menekankan bahwa demokrasi sejati bukan hanya tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan menikmati hasil pembangunan negara.
Ia kemudian menyampaikan, "Karena itulah Bung Hatta di Indonesia memandang koperasi sebagai sarana penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial."
Anwar mengatakan Bung Hatta meyakini bahwa Indonesia yang merdeka tidak boleh dibangun di atas penguasaan kekayaan oleh kelompok tertentu, melainkan harus bertumpu pada partisipasi rakyat yang lebih luas dalam perekonomian.
Koperasi Dinilai Menjadi Instrumen Penting Pemberdayaan Rakyat
Selain mengangkat pemikiran Bung Hatta, Anwar juga menyinggung pandangan tokoh India Dr. Ambedkar yang menurutnya mengingatkan bahwa demokrasi tidak memiliki makna apabila gagal membongkar sistem yang menindas dan mempertahankan kesenjangan sosial.
Ia mengatakan Ambedkar berpandangan bahwa demokrasi yang sesungguhnya harus memberikan ruang kepada kelompok yang selama ini terpinggirkan agar dapat menikmati peluang dan kemajuan negara.
Anwar juga menyatakan, "Prinsip yang sama telah lama tercermin dalam ajaran Islam melalui semangat ta'awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan."
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut mengajarkan agar kelompok yang lemah tidak dibiarkan menghadapi tantangan sendirian, melainkan dihimpun sehingga mampu berdiri lebih kuat dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.
Anwar kemudian menegaskan, "Karena itu, saya memandang koperasi sebagai salah satu instrumen penting demokrasi sosial. Koperasi memperluas partisipasi, memberdayakan rakyat, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya berputar di kalangan segelintir orang, melainkan dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin anggota masyarakat."
Ia mengungkapkan pemerintahannya ingin terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi dengan menjajaki berbagai bidang baru seperti kecerdasan buatan, transformasi digital, dan transisi energi.
Meski demikian, Anwar menekankan bahwa kemajuan tersebut hanya bermakna apabila hasilnya dapat didistribusikan secara adil dan dirasakan oleh mayoritas rakyat.
Ia menambahkan bahwa keadilan bukan berarti memberikan hal yang sama kepada setiap orang, melainkan memastikan setiap warga memperoleh kesempatan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Sebagai penutup, Anwar menyampaikan, “Inilah yang dimaksud dengan keadilan sosial dan adil wal ihsan - memastikan kemajuan negara menjunjung martabat manusia serta membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.”
- Penulis :
- Gerry Eka





