
PANTAU - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo menggelar dialog bertajuk Merawat Harmoni pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebagai upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Jepang sekaligus meningkatkan pemahaman warga negara Indonesia (WNI) mengenai hukum, norma sosial, dan budaya yang berlaku di Jepang.
KBRI Dorong WNI Patuhi Hukum dan Hormati Budaya Jepang
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang memiliki karakter serta budaya yang berbeda, namun perbedaan tersebut dapat menjadi modal untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kartini mengatakan, “Dua negara dengan karakter dan budaya yang berbeda, merupakan sebuah modal yang sangat baik untuk memperkuat people-to-people relations antara Indonesia dengan Jepang.”
Ia menjelaskan bahwa dialog tersebut diselenggarakan agar WNI yang tinggal di Jepang semakin memahami pentingnya mematuhi seluruh aturan hukum dan norma sosial setempat.
Menurut Kartini, keberadaan WNI di Jepang telah memberikan kontribusi positif melalui pekerjaan di berbagai sektor serta dukungan terhadap hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.
Ia mengungkapkan, “KBRI Tokyo memberi apresiasi atas berbagai kontribusi positif WNI di Jepang. Kinerja positif yang ditunjukkan di tempat kerja, di kampus, serta berbagai kegiatan promosi yang dilakukan sangat efektif membangun citra baik Indonesia di Jepang.”
Meski demikian, KBRI mengakui masih terdapat sejumlah dinamika sosial, budaya, dan hukum yang melibatkan WNI, termasuk perbedaan adat istiadat dan pemahaman bahasa.
Kartini menegaskan, “KBRI tidak ingin berpangku tangan dengan membiarkan berbagai perkembangan di tengah masyarakat berlalu begitu saja tanpa langkah nyata dari Pemerintah.”
Ia juga mengingatkan seluruh WNI di Jepang untuk selalu mematuhi hukum setempat serta menghormati budaya dan adat istiadat Jepang sebagaimana menghormati hukum dan budaya di Indonesia.
Dialog Diharapkan Perkuat Hubungan Indonesia dan Jepang
Dialog Merawat Harmoni menjadi wadah berbagi informasi, bertukar pikiran, dan membangun kolaborasi guna mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Asia Tenggara dan Barat Daya Kementerian Luar Negeri Jepang, Shingo Miyamoto.
Menurut Shingo, forum yang digelar KBRI Tokyo dapat membantu warga Indonesia memahami secara langsung aturan hukum dan norma sosial di Jepang serta meningkatkan saling pengertian di tengah perbedaan budaya.
Sementara itu, Nishizawa dari Kepolisian Metropolitan Tokyo menyoroti pentingnya pemahaman lintas budaya karena berbagai persoalan sosial kerap berawal dari kesalahpahaman antarwarga.
Ia mendorong komunitas Indonesia untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Jepang agar hubungan kedua masyarakat semakin erat dan pemahaman bersama terus meningkat.
- Penulis :
- Gerry Eka





