
Pantau - Iran memperingatkan akan melancarkan serangan balasan setelah Israel menggempur kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, di tengah masih berlakunya gencatan senjata dan upaya menuju kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Iran Kecam Serangan ke Beirut
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan serangan terhadap Beirut tanpa respons.
“Balasannya akan datang,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan, “Lebanon adalah bagian dari kehidupan kami, dan pelanggaran terhadap garis merah Republik Islam tidak akan ditoleransi.”
Sementara itu, laporan mengenai penghentian seluruh penerbangan di wilayah barat Iran sempat beredar, namun kemudian dibantah oleh juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan yang menyebut tidak ada pemberitahuan resmi penutupan wilayah udara.
Serangan Tewaskan Tiga Orang
Pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang kawasan pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi sehingga menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata masih berlaku.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan tersebut dan menyatakan bahwa serangan itu “seharusnya tidak terjadi” ketika Washington dan Teheran sedang mendekati kesepakatan damai.
Iran sebelumnya juga menyerukan penghentian perang di seluruh front, termasuk di Lebanon, sebagai bagian dari setiap kesepahaman dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari dan kini berada dalam masa gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sejak April 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





