billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim Kesepakatan Damai Cegah Iran Hadapi Serangan AS hingga Dua Tahun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Klaim Kesepakatan Damai Cegah Iran Hadapi Serangan AS hingga Dua Tahun
Foto: (Sumber :Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran telah mencegah kemungkinan serangan lanjutan dari AS yang menurutnya bisa berlangsung hingga dua tahun jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Trump Sebut Kesepakatan Hindarkan Konflik Berkepanjangan

Dalam konferensi pers pada Rabu (17/6/2026), Trump mengatakan kesepakatan yang sedang difinalisasi memberikan jalan keluar dari potensi eskalasi konflik yang lebih besar.

"Jika kami tak membuat kesepakatan ini, kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak bom selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun," kata Trump.

Ia juga menilai tanpa adanya kesepakatan tersebut, Selat Hormuz tidak akan kembali dibuka dan kondisi pasar global berpotensi mengalami tekanan yang lebih dalam.

Trump menegaskan proses menuju kesepakatan damai tidak berlangsung dalam waktu singkat.

"Orang-orang yang sok jagoan tak menyadari bahwa ini bukan kesepakatan yang disusun dalam tiga bulan. Ini membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kalian tahu kenapa? Karena sayalah yang membunuh Jenderal Soleimani," ujarnya.

Qasem Soleimani merupakan Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran yang tewas dalam serangan Amerika Serikat.

Menurut Trump, kematian Soleimani menjadi salah satu faktor yang membuka jalan bagi tercapainya proses perdamaian saat ini.

MoU Perdamaian Dijadwalkan Ditandatangani di Swiss

Trump juga menyatakan tanpa kesepakatan damai, Iran berisiko menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat.

Ia menegaskan tidak menginginkan kondisi tersebut terjadi.

Pada 14 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) perdamaian telah selesai.

Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

MoU itu memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.

Trump juga mengungkapkan kemungkinan tetap berada di Eropa untuk menghadiri langsung proses penandatanganan kesepakatan tersebut.

Kesepakatan damai itu menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026