
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot membahas keamanan navigasi di Selat Hormuz dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Kamis (18/6), di tengah upaya pemulihan aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut.
Pembahasan Keamanan Selat Hormuz
Percakapan kedua menteri berlangsung setelah muncul laporan bahwa Prancis sedang mengupayakan peluncuran misi bersama Inggris untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan bahwa Teheran tidak memerlukan bantuan dari negara-negara di luar kawasan untuk menormalkan kembali pelayaran di jalur yang menjadi salah satu rute perdagangan internasional terpenting itu.
“Para pihak menekankan pentingnya navigasi yang aman dan sesuai dengan hukum internasional di Selat Hormuz serta menyatakan perlunya menjamin keamanan dan stabilitas jalur strategis penting ini bagi perdamaian dan perdagangan internasional,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Dampak Nota Kesepahaman Iran dan Amerika Serikat
Pembahasan mengenai Selat Hormuz juga berlangsung setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh pada 18 Juni yang mengatur penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari.
Nota kesepahaman tersebut menetapkan jadwal pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat serta pemulihan aktivitas pelayaran Iran di Selat Hormuz.
Dalam kesepakatan itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir.
Sementara itu, isu terkait program nuklir Iran akan dibahas dalam perjanjian terpisah antara Teheran dan Washington.
Kedua negara diperkirakan menggelar perundingan lanjutan dalam 60 hari ke depan dengan salah satu tujuan utama Iran berupa pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








