
Pantau - Militer Amerika Serikat membantah klaim Iran yang menyatakan telah menutup Selat Hormuz dan menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut masih beroperasi normal serta aman dilalui kapal internasional.
Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menegaskan bahwa Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz.
Menurut Hawkins, lalu lintas pelayaran internasional di kawasan tersebut tetap berlangsung normal dan terus berada dalam pemantauan militer Amerika Serikat.
AS menyatakan pasukannya tetap mengawasi situasi guna memastikan keamanan dan kebebasan navigasi di salah satu jalur energi terpenting dunia tersebut.
AS Tegaskan Jalur Pelayaran Tetap Aman
Pernyataan Washington muncul setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
Iran menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons atas dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat.
Teheran juga menuduh Israel terus melanggar gencatan senjata di wilayah Lebanon.
Saat dimintai tanggapan lebih lanjut oleh Anadolu, Pentagon mengarahkan seluruh pertanyaan terkait isu tersebut kepada CENTCOM.
CENTCOM kemudian menyatakan tidak memiliki komentar tambahan selain menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tetap hadir dan waspada di kawasan tersebut.
Militer AS juga menegaskan bahwa mereka terus berupaya memastikan seluruh aspek kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dipatuhi.
CENTCOM Sebut 55 Kapal Berhasil Melintas
CENTCOM melaporkan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz masih terbuka dan berfungsi normal.
Menurut data yang disampaikan CENTCOM, sebanyak 55 kapal niaga baru-baru ini berhasil melintasi Selat Hormuz.
Kapal-kapal tersebut mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak.
Data tersebut digunakan Amerika Serikat untuk menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran internasional di kawasan tersebut tetap berjalan tanpa hambatan.
Perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran memperlihatkan adanya klaim yang saling bertentangan mengenai status operasional Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju berbagai pasar global.
- Penulis :
- Gerry Eka





