HOME  ⁄  Geopolitik

JD Vance Bertolak ke Swiss untuk Hadiri Pembicaraan Amerika Serikat dan Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

JD Vance Bertolak ke Swiss untuk Hadiri Pembicaraan Amerika Serikat dan Iran
Foto: (Sumber : Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance)

Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance telah berangkat menuju Swiss untuk menghadiri pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang menjadi bagian dari upaya lanjutan menjaga implementasi nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Pers Wakil Presiden Amerika Serikat, Luke Schroeder, melalui platform X.

Schroeder menyatakan, "Wakil Presiden JD Vance telah lepas landas dari Washington, D.C., menuju Swiss."

Ia juga mengunggah video yang memperlihatkan Vance menaiki pesawat menuju Swiss.

Sebelumnya, Vance mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya kemungkinan akan bergabung dengan tim negosiator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Iran yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Delegasi Iran Tiba di Swiss

Sebelum akhirnya berangkat, Vance sempat membatalkan rencana kunjungannya ke Swiss.

Pada 18 Juni 2026, ia menyatakan bahwa keputusannya untuk menghadiri perundingan bergantung pada kedatangan delegasi Iran.

Pada 20 Juni 2026, Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan bahwa delegasi Iran telah tiba di negara tersebut.

Kehadiran delegasi Iran menjadi salah satu syarat yang sebelumnya ditunggu oleh pihak Amerika Serikat untuk melanjutkan proses dialog.

Swiss dijadwalkan menjadi lokasi pertemuan pertama antara delegasi Amerika Serikat, delegasi Iran, serta mediator dari Pakistan dan Qatar.

Pertemuan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.

Pakistan dan Qatar Jadi Mediator Dialog

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Pakistan mengumumkan bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga berangkat dari Islamabad menuju Swiss.

Shehbaz Sharif didampingi delegasi tingkat tinggi Pakistan untuk menghadiri pembicaraan tersebut.

Pakistan bersama Qatar berperan sebagai mediator dalam proses dialog antara Amerika Serikat dan Iran.

Agenda pembicaraan mencakup pembahasan lanjutan terkait konflik antara kedua negara, isu program nuklir Iran, sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, serta implementasi kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

Perundingan di Swiss dinilai menjadi langkah penting dalam proses normalisasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi.

Penulis :
Gerry Eka