
Pantau - Iran, Amerika Serikat, Pakistan, dan Qatar menyelesaikan persiapan untuk memasuki fase baru perundingan tingkat tinggi yang akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk sanksi, program nuklir, hingga pemulihan ekonomi.
Persiapan tersebut diumumkan setelah perundingan yang berlangsung di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026 dengan Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator antara Teheran dan Washington.
Komite Tingkat Tinggi Awasi Perundingan
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan tahap berikutnya dari negosiasi akan berada di bawah pengawasan komite tingkat tinggi yang melibatkan para pejabat utama dari masing-masing negara.
“Berdasarkan kesepahaman yang telah dicapai, perundingan mendatang akan berlangsung di bawah pengawasan komite tingkat tinggi dengan partisipasi Ketua Majelis Syura Islam Iran, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Wakil Presiden Amerika Serikat, serta perdana menteri Pakistan dan Qatar,” ungkap Gharibabadi, seperti dikutip Press TV.
Menurutnya, pembentukan komite tersebut menjadi bagian dari kesepahaman yang telah dicapai dalam pertemuan sebelumnya.
Bentuk Empat Kelompok Kerja Khusus
Untuk mendukung jalannya negosiasi, para pihak juga menyepakati pembentukan empat kelompok kerja khusus.
Kelompok pertama fokus pada penghentian sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.
Kelompok kedua akan membahas isu nuklir yang menjadi salah satu agenda utama dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Kelompok ketiga menangani rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, sedangkan kelompok keempat bertugas melakukan pemantauan serta implementasi hasil kesepakatan yang dicapai.
Pembentukan kelompok kerja tersebut diharapkan dapat mempercepat pembahasan teknis dan memastikan implementasi setiap kesepakatan berjalan efektif.
Lanjutan Kesepakatan Pengakhiran Konflik
Perundingan terbaru ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat secara jarak jauh pada 18 Juni 2026.
Dokumen tersebut mengatur penghentian konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Kesepakatan itu juga memuat jadwal pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebagai bagian dari implementasi nota tersebut, Iran juga dijadwalkan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Fase baru negosiasi ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat stabilitas kawasan dan membuka peluang penyelesaian berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





