
Pantau - Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk pertanian Amerika Serikat (AS) dari dana aset Iran yang dicairkan berdasarkan kesepakatan antara kedua negara.
Iran Bantah Klaim Donald Trump
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menyatakan bahwa memorandum yang telah disepakati tidak memuat kewajiban bagi Teheran untuk menggunakan dana tersebut untuk membeli produk pertanian dari AS.
"Berdasarkan memorandum yang telah ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari Amerika Serikat," ungkap Hemmati kepada kantor berita Tasnim, Senin (22/6).
Menurut Hemmati, penggunaan 6 miliar dolar AS pertama dari aset Iran yang dibekukan mengacu pada kesepakatan tahun 2023 yang mencakup pembelian barang-barang penting dan obat-obatan.
Ia menjelaskan bahwa Iran tetap dapat membeli produk pertanian dari AS apabila harga dan kualitasnya lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara lain.
Hemmati juga menegaskan prioritas utama Iran adalah memperoleh akses terhadap cadangan devisa asing miliknya yang selama ini dibekukan.
Dana Dapat Digunakan untuk Berbagai Kebutuhan
Selain untuk kebutuhan pokok dan obat-obatan, Hemmati mengatakan aset Iran lainnya yang dicairkan tidak harus dibatasi hanya untuk pembelian barang esensial.
Menurut dia, dana tersebut juga dapat digunakan untuk membeli berbagai produk lain yang tidak terkena sanksi internasional.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim dana Iran yang dicairkan nantinya akan kembali ke Amerika melalui pembelian produk pangan.
"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan," ujar Trump kepada wartawan.
Trump juga mengklaim Iran memiliki 91 juta penduduk dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri.
Negosiasi Iran-AS Terus Berlanjut
Perbedaan pandangan mengenai penggunaan dana yang dicairkan muncul di tengah berlanjutnya dialog antara Iran dan AS terkait berbagai isu bilateral.
Sebelumnya, kedua negara terus melakukan pembicaraan yang dimediasi sejumlah negara untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk pencairan aset dan pengurangan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Iran menegaskan bahwa setiap penggunaan dana hasil pencairan aset akan ditentukan berdasarkan kebutuhan nasional dan kepentingan ekonomi negara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





