
Pantau - Iran menegaskan perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss tetap berlanjut meski Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman terhadap Teheran di tengah proses dialog yang dimediasi Pakistan dan Qatar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baghaei mengatakan pembicaraan teknis antara Iran dan AS yang berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6), tidak terganggu oleh pernyataan Trump.
Ancaman Trump Sempat Picu Ketegangan
Trump melalui unggahan di Truth Social memperingatkan akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak menekan sekutunya di Lebanon untuk berhenti "menimbulkan masalah."
Media sempat melaporkan delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan dan tidak akan kembali sebelum Trump menyampaikan permintaan maaf.
Baghaei menjelaskan sekitar pukul 16.30 waktu setempat, delegasi Iran menerima informasi mengenai ancaman tersebut saat jeda konsultasi dalam perundingan.
Menurut Baghaei, ancaman itu membuat delegasi Iran menyatakan tidak akan mengikuti pertemuan empat pihak yang melibatkan Iran, AS, Qatar, dan Pakistan.
“Namun, para perantara terus bertukar pernyataan,” ungkap Baghaei.
Perundingan Tetap Berjalan Melalui Mediator
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyatakan delegasi Iran tidak meninggalkan perundingan, berbeda dengan sejumlah laporan yang beredar.
Dialog kedua negara berlangsung setelah Iran dan AS menandatangani memorandum secara jarak jauh pada 18 Juni yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.
Dokumen tersebut juga memuat tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran serta kewajiban Iran memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Perundingan yang dimediasi Pakistan dan Qatar itu menjadi bagian dari upaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka di tengah ketegangan hubungan kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





