
Pantau - Satuan tugas kapal induk Liaoning milik China telah menyelesaikan latihan tempur laut jauh dan kembali dengan selamat ke pelabuhan asal pada Senin setelah menjalankan berbagai operasi militer di Laut China Selatan dan Pasifik Barat.
Latihan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin tahunan Angkatan Laut China untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan operasional dalam menjalankan misi di perairan jauh.
Selama latihan, satuan tugas Liaoning melaksanakan berbagai skenario tempur yang mencakup latihan penerbangan taktis pesawat berbasis kapal induk, operasi supremasi udara, pertahanan udara, serangan laut, dukungan tempur, hingga pencarian dan penyelamatan.
Berdasarkan kebutuhan operasi laut jauh, latihan juga melibatkan penggunaan senjata api dan simulasi penyelamatan komprehensif di wilayah perairan terbuka.
Angkatan Laut China menyatakan latihan tersebut dilakukan sesuai hukum internasional dan praktik yang berlaku serta tidak ditujukan kepada negara maupun target tertentu.
Dalam keterangannya, Angkatan Laut China menyebut kapal dan pesawat Jepang beberapa kali melakukan pelacakan serta pengawasan jarak dekat selama latihan berlangsung.
Menurut pihak militer China, aktivitas tersebut dinilai sebagai bentuk gangguan dan provokasi terhadap operasi yang sedang dijalankan satuan tugas Liaoning.
Angkatan Laut China mengungkapkan satuan tugas kapal induk tetap berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi sepanjang latihan berlangsung.
Mereka juga terus melaksanakan lepas landas pesawat tempur berbasis kapal induk, mengubah formasi tempur secara fleksibel, serta merespons aktivitas pihak Jepang secara profesional dan terukur.
Latihan tempur laut jauh ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan China untuk meningkatkan kemampuan operasional armada lautnya di kawasan strategis Asia-Pasifik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





