HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Masoud Pezeshkian Tegaskan Keberhasilan Negosiasi Iran-AS Bergantung pada Kepatuhan Kesepakatan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Masoud Pezeshkian Tegaskan Keberhasilan Negosiasi Iran-AS Bergantung pada Kepatuhan Kesepakatan
Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi oleh Pakistan, di kantornya di Teheran, Iran, pada 18 Juni 2026 (sumber: Anadolu Agency)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan keberhasilan negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat bergantung pada komitmen penuh kedua negara dalam menjalankan kewajiban yang telah disepakati bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui akun media sosial X pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ia mengatakan, "Keefektifan pembicaraan (dengan AS) bergantung pada komitmen penuh terhadap kewajiban-kewajiban yang disepakati dan pelaksanaannya dengan tepat."

Pezeshkian menilai berbagai pernyataan yang disampaikan di luar kerangka kerja sama yang telah disetujui tidak akan membantu kemajuan proses negosiasi.

Ia juga mengatakan, "Kemajuan dalam langkah ini akan diukur dengan kepatuhan terhadap tanggung jawab yang disepakati."

Pernyataan Muncul Usai Pertemuan di Burgenstock

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Burgenstock pada 21 Juni 2026.

Pertemuan itu merupakan bagian dari upaya mendorong pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad yang telah disepakati kedua negara.

Sebelumnya, pada 14 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan tercapainya kesepahaman yang terdiri atas 14 poin dengan mediasi Pakistan.

Kesepahaman tersebut dikenal sebagai Kesepahaman Islamabad dan bertujuan mengakhiri konflik serta menyelesaikan berbagai perselisihan melalui dialog dan perundingan.

Dokumen itu mulai berlaku pada 18 Juni 2026 setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepahaman Islamabad Atur Penghentian Konflik

Kesepahaman Islamabad mencakup sejumlah ketentuan penting terkait proses penghentian perang antara kedua negara.

Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut adalah upaya mengakhiri konflik yang turut berdampak pada wilayah Lebanon.

Perjanjian itu juga memuat pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah normalisasi situasi kawasan.

Selain itu, terdapat kesepakatan mengenai pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran menegaskan implementasi kesepahaman tersebut hanya dapat berjalan efektif apabila kedua pihak mematuhi seluruh kewajiban yang telah disetujui bersama.

Penulis :
Shila Glorya