
Pantau - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan memorandum kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Iran dan Amerika Serikat tidak memuat pembahasan mengenai program rudal balistik Iran.
Pernyataan itu disampaikan Sharif saat konferensi pers bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Pakistan pada Selasa (23/6).
Sharif Sebut Isu Rudal Tidak Pernah Dibahas
Sharif menegaskan program rudal balistik Iran sama sekali tidak menjadi bagian dari pembahasan antara Teheran dan Washington.
“Tanpa ragu saya katakan [isu] rudal balistik tidak pernah menjadi subjek pembahasan antara Iran dan Amerika Serikat. Sama sekali tidak dibahas, dan tidak disebutkan dalam MoU. Jika Anda membaca syarat dan ketentuannya, tidak ada penyebutan rudal balistik sama sekali,” ungkap Sharif.
Ia juga menambahkan bahwa tidak seharusnya ada standar ganda terhadap negara-negara yang memiliki rudal balistik.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani MoU secara jarak jauh pada 18 Juni 2026 untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
MoU Atur Pelayaran dan Negosiasi Nuklir
Kesepakatan itu mencakup tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut serta bagi Iran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir.
Penyelesaian terkait program nuklir Iran akan dibahas melalui kesepakatan terpisah antara kedua negara.
Iran dan Amerika Serikat juga dijadwalkan melanjutkan negosiasi selama 60 hari ke depan untuk membahas isu tersebut.
Bagi Iran, salah satu tujuan utama dalam proses negosiasi adalah memperoleh pencabutan berbagai sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





