
Pantau - Menteri Pertahanan Inggris yang baru ditunjuk, Dan Jarvis, berjanji terus meningkatkan belanja militer dan mempercepat modernisasi angkatan bersenjata di tengah tekanan yang muncul akibat bertahun-tahun pengabaian terhadap sektor pertahanan.
Pernyataan itu disampaikan Jarvis dalam Konferensi Peperangan Darat RUSI 2026 di London pada Selasa (23/6).
Jarvis menilai pemerintah mewarisi berbagai persoalan, mulai dari program pertahanan yang tertunda, peningkatan kemampuan penangkal nuklir yang belum rampung, hingga jumlah personel angkatan darat yang berada pada level terendah dalam beberapa abad.
“Tidak ada solusi yang dapat dilakukan dalam semalam. Tidak ada satu pun tinjauan pertahanan atau kesepakatan pendanaan yang dapat menghapus warisan pengabaian yang telah terakumulasi,” ungkapnya.
Anggaran Pertahanan Terus Naik
Jarvis menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan pendanaan sektor pertahanan secara berkelanjutan.
Menurut dia, kenaikan anggaran yang dilakukan saat ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah modern Inggris.
Ia menyebut anggaran pertahanan kini memperoleh tambahan 11 miliar pound sterling per tahun dibandingkan saat pemerintahan saat ini mulai menjabat.
“Kami akan melakukan tinjauan pengeluaran lagi tahun depan di mana saya berharap pertahanan akan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah Inggris juga tengah mempercepat penyusunan Defence Investment Plan (DIP) menjelang Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Ankara.
Rencana investasi tersebut akan menambah pendanaan di luar komitmen parlemen yang telah mencapai 270 miliar pound sterling atau sekitar Rp6.075 triliun.
Tegaskan Komitmen kepada NATO
Jarvis kembali menegaskan komitmen Inggris untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2035.
“Saya mengatakan kepada Sekretaris Jenderal NATO pekan lalu bahwa janji tersebut akan dipenuhi, dan rencana yang kredibel akan disusun untuk memastikan hal itu terwujud,” katanya.
Menurut Jarvis, peningkatan belanja pertahanan menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Inggris di dalam aliansi NATO.
Fokus pada Drone dan Kecerdasan Buatan
Jarvis juga menyoroti perubahan karakter peperangan modern yang semakin didominasi penggunaan drone dan teknologi canggih.
Ia menilai Inggris perlu meningkatkan investasi pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem otonom, serta berbagai platform tanpa awak.
Meski demikian, Jarvis mengingatkan agar militer tidak terlalu bergantung pada satu jenis kemampuan tempur saja.
“Selama kita masih menjadi anggota NATO, kita tidak akan bertempur sendirian,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





