HOME  ⁄  Geopolitik

Rafael Grossi Tegaskan IAEA Tetap Inspeksi Fasilitas Nuklir Iran Meski Hadapi Keberatan Teheran

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rafael Grossi Tegaskan IAEA Tetap Inspeksi Fasilitas Nuklir Iran Meski Hadapi Keberatan Teheran
Foto: Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi (sumber: Anadolu Agency)

Pantau - Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) Rafael Mariano Grossi menegaskan inspeksi nuklir di fasilitas pengayaan uranium Iran tetap akan dilaksanakan meskipun terdapat keberatan dari pemerintah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Grossi pada Rabu, 24 Juni 2026, saat konferensi pers di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dan dilaporkan oleh Euronews.

Grossi menolak bantahan Iran terkait persetujuan inspeksi nuklir yang tercantum dalam nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Grossi, perjanjian tersebut secara tegas menyatakan bahwa seluruh kegiatan nuklir yang berkaitan dengan material nuklir akan berada di bawah pengawasan penuh IAEA.

Karena itu, IAEA menilai inspeksi terhadap fasilitas terkait merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

Ia mengungkapkan, "Tentu saja, untuk itu, kami harus melakukan inspeksi. Apakah inspeksi dilakukan dalam dua hari, satu pekan, atau 10 hari ke depan memang penting, tetapi bukan hal yang esensial. Inspeksi tersebut akan tetap dilakukan."

Perbedaan Pandangan Soal Jadwal Inspeksi

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Juni 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran akan mengizinkan inspektur nuklir memasuki negara tersebut.

Namun, pemerintah Iran membantah pernyataan tersebut.

Teheran menyatakan para inspektur akan berada di lapangan pada waktu yang dianggap tepat oleh pihak Iran.

Trump juga membantah klaim Iran yang menyebut tidak ada kunjungan terjadwal bagi inspektur IAEA.

Pernyataan Trump sejalan dengan pengumuman Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance yang sebelumnya menyatakan Iran telah menyetujui kembalinya inspektur nuklir IAEA ke negara tersebut.

Meski terdapat perbedaan pandangan mengenai jadwal dan mekanisme inspeksi, IAEA menegaskan pengawasan terhadap program nuklir Iran tetap akan dijalankan sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Nota Kesepahaman Buka Negosiasi 60 Hari

Amerika Serikat dan Iran diketahui telah menandatangani nota kesepahaman secara daring pada pekan sebelumnya.

Kesepakatan tersebut membuka jendela negosiasi selama 60 hari untuk menyelesaikan berbagai perselisihan antara kedua negara.

Isu yang dibahas dalam negosiasi meliputi nasib persediaan uranium yang telah diperkaya Iran, program nuklir Iran, serta berbagai persoalan lain yang belum terselesaikan.

Dokumen kesepahaman itu memuat 14 poin utama yang mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer di berbagai lini, termasuk di Lebanon.

Kesepakatan tersebut juga mengatur pencabutan blokade angkatan laut terhadap Iran dan pembukaan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Selain itu, dokumen tersebut mencakup program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran senilai minimal 300 miliar dolar AS, pengecualian ekspor minyak Iran, serta pelepasan aset-aset Iran yang sebelumnya dibekukan.

Dalam dokumen yang sama, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

IAEA menegaskan pengawasan terhadap aktivitas nuklir Iran akan tetap berlangsung sebagai bagian dari implementasi ketentuan yang telah disepakati para pihak.

Penulis :
Arian Mesa