HOME  ⁄  Geopolitik

Kapal Kargo Singapura Diduga Diserang di Selat Hormuz, Pusat Kendali Alami Kerusakan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kapal Kargo Singapura Diduga Diserang di Selat Hormuz, Pusat Kendali Alami Kerusakan
Foto: (Sumber :Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa..)

Pantau - Sebuah kapal kargo berbendera Singapura diduga diserang Korps Garda Revolusi Islam Iran di Selat Hormuz, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat dan pelaut Amerika Serikat.

Laporan tersebut menyebut pusat kendali kapal mengalami kerusakan akibat serangan, sementara Angkatan Laut Iran disebut tidak memberikan peringatan radio maupun instruksi kepada kapal sebelum melepaskan tembakan.

Insiden Ganggu Operasi Maritim

Tidak ada awak kapal yang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) Arsenio Dominguez sebelumnya mengumumkan dimulainya evakuasi ribuan pelaut dari kapal-kapal yang terdampar di Teluk Persia akibat gangguan yang dipicu dugaan serangan tersebut.

Dominguez juga menyatakan kapal yang mengalami kerusakan itu tidak termasuk dalam proses evakuasi yang dilakukan IMO.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan lebih dari 70 kapal yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.

Kesepakatan AS-Iran Jadi Latar Belakang

Laporan itu juga menyoroti memorandum yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada malam sebelum 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Dokumen tersebut mengatur pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat serta pemulihan pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.

Iran juga berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara penyelesaian terkait program nuklir akan dibahas melalui perjanjian terpisah dalam negosiasi selama 60 hari.

Pencabutan sanksi internasional menjadi salah satu prioritas utama Teheran dalam proses tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf