
Pantau - Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana komite bersama untuk membahas berbagai isu terkait Selat Hormuz di Muscat, Oman, yang dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kasem Gharibabadi pada Senin.
Pertemuan Bahas Pengelolaan dan Hak Kedaulatan
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua negara untuk membentuk komite bersama yang sebelumnya diumumkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada 23 Juni guna memfasilitasi dialog mengenai Selat Hormuz.
Gharibabadi mengungkapkan, "Dalam kunjungan saya ke Muscat, pertemuan perdana komite bersama untuk Selat Hormuz telah berlangsung ... dalam diskusi soal isu-isu terkini terkait selat tersebut, kami saling bertukar pandangan terkait masa pengelolaan selat dalam kerangka Pasal 5 Memorandum Islamabad dan hak kedaulatan negara-negara pesisir."
Pertemuan tersebut membahas isu-isu terkini di Selat Hormuz, pengelolaan selat dalam kerangka Pasal 5 Memorandum Islamabad, serta hak kedaulatan negara-negara pesisir.
Iran Soroti Tatanan Baru Selat Hormuz
Pada pertengahan Juni, otoritas Iran menyatakan tatanan baru di Selat Hormuz sedang dibentuk melalui koordinasi dengan Oman.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz telah terbuka bagi pelayaran bebas selama bertahun-tahun.
Namun, Araghchi menyebut kondisi di jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan sama lagi setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Otoritas Iran juga menegaskan berencana memungut biaya layanan untuk menjamin pergerakan kapal yang aman di Selat Hormuz.
Iran menyatakan pungutan tersebut bukan merupakan biaya lintas atau tarif pelayaran.
Berdasarkan memorandum perdamaian dengan Amerika Serikat pada 18 Juni, Iran berkomitmen tidak akan memungut biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari.
- Penulis :
- Leon Weldrick





