HOME  ⁄  Geopolitik

Ukraina dan Swedia Menandatangani Kesepakatan Pembelian 16 Jet Tempur Gripen E, Pengiriman Dimulai Awal 2027

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ukraina dan Swedia Menandatangani Kesepakatan Pembelian 16 Jet Tempur Gripen E, Pengiriman Dimulai Awal 2027
Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mengadakan konferensi pers di Kiev, Ukraina, pada Rabu 3/6/2026 (sumber: ANTARA/Anadolu Agency)

Pantau - Ukraina dan Swedia menandatangani kesepakatan pengadaan 16 pesawat tempur Gripen E yang akan mulai diserahkan kepada angkatan bersenjata Ukraina pada awal tahun 2027, sebagaimana diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Kesepakatan Pengadaan dan Skema Pembiayaan

Zelensky mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua negara untuk memperkuat kemampuan penerbangan tempur Ukraina.

"Bersama Swedia, kami terus memperkuat kemampuan penerbangan tempur Ukraina. Hari ini, negara kami menandatangani kesepakatan pengadaan 16 jet tempur Gripen E," ungkap Zelensky.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman pesawat tempur tersebut akan disertai perlengkapan pendukung, bantuan teknis, serta dukungan terkait operasional.

Zelensky menegaskan bahwa pengiriman tahap pertama sebanyak 16 pesawat Gripen E akan dilakukan pada awal tahun 2027.

Pada akhir Mei 2026, Pemerintah Swedia telah menyatakan rencana untuk memasok hingga 36 jet tempur Gripen kepada Ukraina.

Dalam rencana tersebut, jet tempur model lama akan disumbangkan kepada Ukraina, sedangkan Ukraina akan membeli jet tempur Gripen E baru.

Pembelian jet tempur baru itu akan dibiayai menggunakan dana pinjaman Uni Eropa sebesar 2,5 miliar euro atau sekitar Rp51,2 triliun.

Respons Rusia terhadap Pasokan Senjata

Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata ke Ukraina dapat menghambat upaya penyelesaian konflik.

Pemerintah Rusia juga menilai pasokan senjata tersebut secara langsung melibatkan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam konflik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan setiap pengiriman yang membawa senjata untuk Ukraina akan dianggap sebagai target serangan yang sah bagi Rusia.

Penulis :
Leon Weldrick