
Pantau - Vatikan mengumumkan ekskomunikasi terhadap kelompok ultrakonservatif Serikat Santo Pius X (SSPX) setelah organisasi tersebut menahbiskan empat uskup baru tanpa mandat kepausan dalam upacara yang digelar di Econe, Swiss.
Penahbisan Dinilai Sebagai Tindakan Skismatik
Keputusan ekskomunikasi diumumkan Vatikan pada Kamis, sehari setelah penahbisan berlangsung, dan ditandatangani oleh Prefek Dikasteri untuk Ajaran Iman Kardinal Victor Manuel Fernandez.
Sebelumnya, Paus Leo XIV telah menyampaikan peringatan terakhir kepada SSPX agar tidak melanjutkan penahbisan karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan skisma.
Menurut Vatikan, uskup Alfonso de Galarreta dan Bernard Fellay yang memimpin penahbisan, serta empat uskup baru, yakni Pascal Schreiber, Michael Goldade, Michel Poinsinet de Sivry, dan Marc Hanappier, telah melakukan "tindakan skismatik".
"Ekskomunikasi tersebut memisahkan para uskup dan imam Serikat Santo Pius X dari Gereja Roma," demikian pernyataan Vatikan.
"Adapun bagi umat awam yang masih tergabung dengan perkumpulan tersebut juga akan dianggap telah diekskomunikasi," lanjut keputusan tersebut.
Perpecahan Kedua dengan Gereja Katolik
SSPX yang berbasis di Swiss didirikan pada 1970 oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre asal Prancis sebagai kelompok yang menolak perubahan dalam Konsili Vatikan II.
Ekskomunikasi kali ini menjadi perpecahan kedua antara SSPX dan Gereja Katolik Roma setelah kasus serupa terjadi pada 1988 ketika empat uskup yang ditahbiskan tanpa mandat kepausan juga dikenai sanksi ekskomunikasi.
Pada 2009, Paus Benediktus XVI sempat mencabut ekskomunikasi tersebut sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi, yang kemudian dilanjutkan Paus Fransiskus dengan memberikan izin terbatas kepada imam SSPX untuk merayakan perkawinan di gereja-gereja tradisionalis dalam kondisi tertentu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





