HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Melaporkan Perang di Gaza Memicu Gangguan Pendengaran Massal pada Puluhan Ribu Warga Palestina

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Melaporkan Perang di Gaza Memicu Gangguan Pendengaran Massal pada Puluhan Ribu Warga Palestina
Foto: (Sumber :Arsip - Anak-anak korban serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. (ANTARA/Anadolu/py).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan berulang dari serangan udara Israel sejak Oktober 2023, sebagaimana disampaikan dalam laporan yang dirilis pada Sabtu (27/6) bertepatan dengan Hari Internasional Tuna Netra-Tuna Rungu.

PBB Soroti Dampak Konflik terhadap Penyandang Disabilitas

PBB menyatakan perang di Gaza telah memperparah kerentanan penyandang disabilitas karena banyak di antara mereka kehilangan alat bantu seperti kursi roda dan alat bantu dengar.

Sebagian penyandang disabilitas tidak dapat mendengar perintah evakuasi, tidak bisa melihat jalan, atau tidak mampu bergerak tanpa bantuan sehingga menghadapi risiko lebih besar di tengah perubahan cepat zona bahaya dan lokasi pengungsian.

PBB mengungkapkan, "Sebagian besar warga Jalur Gaza masih menghadapi ketidakamanan dan pengungsian berulang yang berkepanjangan, disertai keterbatasan akses terhadap layanan dasar."

Kondisi Pengungsian Dinilai Semakin Memperburuk Risiko

Menurut PBB, lokasi pengungsian yang padat, bangunan rusak, serta tempat penampungan sementara yang kekurangan air bersih, sanitasi, dan layanan perlindungan yang memadai membuat kehidupan penyandang disabilitas di Jalur Gaza semakin kompleks dan berbahaya.

PBB juga berulang kali memperingatkan bahwa kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, dan lanjut usia, menjadi pihak yang menghadapi dampak paling berat akibat konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Laporan tersebut bersumber dari WAFA dan dipublikasikan oleh PBB sebagai bagian dari pemantauan dampak kemanusiaan konflik di Jalur Gaza.

Penulis :
Ahmad Yusuf