HOME  ⁄  Geopolitik

Lebanon dan Israel Bahas Zona Bebas Hizbullah Jelang Rencana Penarikan Pasukan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lebanon dan Israel Bahas Zona Bebas Hizbullah Jelang Rencana Penarikan Pasukan
Foto: (Sumber :Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. /ANTARA/Furkan Güldemir-Anadolu/pri.)

Pantau - Perwira militer Lebanon dan Israel mulai menggelar pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat untuk menyusun kriteria "zona bebas Hizbullah" menjelang rencana penarikan uji coba pasukan Israel dari dua desa di Lebanon selatan.

Pembicaraan tersebut dilaporkan berlangsung setelah muncul perbedaan pandangan mengenai definisi wilayah yang akan menjadi bagian dari kesepakatan.

Pembicaraan Bahas Penarikan Pasukan dan Pengamanan Wilayah

Mengutip sumber keamanan Israel, lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan pembahasan bertujuan mencegah kesalahpahaman yang dapat menghambat pelaksanaan kesepakatan.

Secara terpisah, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu menggelar konsultasi keamanan bersama para pejabat senior pertahanan untuk membahas perkembangan situasi di perbatasan Lebanon dan rencana penarikan pasukan.

Menurut pejabat Israel yang dikutip KAN, Israel masih menunggu konfirmasi dari Angkatan Darat Lebanon dan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) bahwa pasukan Lebanon siap mengambil alih pengamanan wilayah sebelum proses penarikan dimulai.

Pejabat tersebut menyebut penarikan dari dua wilayah uji coba diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang apabila seluruh persiapan telah diselesaikan.

Kesepakatan Dimediasi AS dan Situasi Keamanan Masih Memanas

Berdasarkan kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat dan ditandatangani Israel serta Lebanon pada 26 Juni, Israel akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap yang diawali dari dua kawasan uji coba.

Kesepakatan itu tidak menetapkan jadwal pasti penarikan penuh pasukan Israel.

Penarikan lanjutan dikaitkan dengan kesiapan Angkatan Darat Lebanon mengambil alih tanggung jawab keamanan serta pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara yang diduga merujuk pada Hizbullah.

Israel masih melanjutkan operasi militer di Lebanon sejak 2 Maret yang menurut data resmi telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.

Pasukan Israel juga dilaporkan masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kawasan yang direbut dalam konflik 2023–2024.

Penulis :
Ahmad Yusuf