HOME  ⁄  Geopolitik

Turki Menilai Positif Perundingan Iran-AS dan Mengingatkan Potensi Gangguan dari Israel

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Turki Menilai Positif Perundingan Iran-AS dan Mengingatkan Potensi Gangguan dari Israel
Foto: Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran (sumber: ANTARA/AI-BPY)

Pantau - Pemerintah Turki memandang positif perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, namun mengingatkan bahwa Israel kemungkinan akan berupaya mengganggu proses diplomatik tersebut sehingga seluruh pihak diminta tetap waspada.

Turki Soroti Risiko Gangguan terhadap Perundingan

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan bahwa pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat merupakan langkah penting dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi kedua negara.

"Kami menganggap pembicaraan antara Iran dan AS penting. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Israel bisa saja berusaha mengganggu proses ini pada kesempatan pertama. Semua pihak harus tetap waspada," ungkap Hakan Fidan.

Sikap Turki tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya proses diplomasi antara Teheran dan Washington yang diharapkan dapat menghasilkan penyelesaian jangka panjang.

Rusia Dukung Solusi Jangka Panjang

Sebelumnya, pada 5 Juli 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam percakapan tersebut, Putin berharap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Informasi mengenai harapan Putin tersebut disampaikan oleh ajudan Kremlin, Yury Ushakov.

Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani secara jarak jauh naskah memorandum untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Memorandum tersebut menetapkan tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dokumen itu juga menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz.

Dalam memorandum tersebut, Iran berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir.

Isu mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian yang terpisah.

Iran dan Amerika Serikat juga sepakat mengadakan negosiasi mengenai isu program nuklir dalam waktu 60 hari.

Bagi Teheran, hasil yang diharapkan dari proses negosiasi tersebut adalah pencabutan sanksi anti-Iran.

Penulis :
Leon Weldrick