
Pantau - Pemerintah China menyatakan peningkatan permintaan produk pendingin udara portabel asal China di Eropa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak seiring meningkatnya kebutuhan akibat gelombang panas yang melanda sejumlah negara di kawasan tersebut.
China Nilai Perdagangan Berdasarkan Kebutuhan Pasar
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan perdagangan antara China dan Uni Eropa berlangsung atas dasar kebutuhan pasar dan saling menguntungkan.
Mao Ning mengungkapkan, "Perdagangan China-UE telah menguntungkan konsumen dan menguntungkan pedagang. Ini bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan, tetapi hasil dari pilihan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak."
Berdasarkan data bea cukai China, ekspor pendingin udara ke Uni Eropa pada paruh pertama 2026 mencapai 3,76 miliar dolar AS atau meningkat 43,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Juni 2026 saja, ekspor pendingin udara China meningkat 72,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Merek seperti Midea, Haier, Gree, dan Dreame menjadi produsen yang banyak diminati, selain produk kipas angin, pembuat es, topi berkipas, kipas genggam, selimut pendingin, serta perangkat pengontrol suhu pintar.
Mao Ning mengatakan, "Apakah barang-barang China 'kelebihan kapasitas' atau kekurangan pasokan? Konsumen dapat memutuskan sendiri. Produk berkualitas yang diminati dan harganya wajar secara alami akan menemukan pasar yang cocok."
Gelombang Panas Dorong Permintaan Pendingin Udara
Mao Ning juga berharap Uni Eropa terus memperluas kerja sama ekonomi dengan China.
Ia mengungkapkan, "Semoga Uni Eropa akan melihat segala sesuatunya dari perspektif yang tepat, meninggalkan mentalitas 'zero-sum' dan bekerja sama dengan China untuk memperbesar lingkup kerja sama yang saling menguntungkan."
Direktur Ningbo Heallux International Trading Co., Hu Benchun, menjelaskan tingginya biaya pemasangan pendingin udara permanen di Eropa membuat AC portabel asal China menjadi alternatif yang diminati saat gelombang panas.
Permintaan meningkat karena banyak bangunan di Eropa sejak lama tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem pada musim panas.
Gelombang panas yang dimulai pada 20 Juni 2026 tercatat sebagai salah satu yang terburuk dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius di Polandia, Republik Ceko, dan Jerman.
Selain pasar Eropa, ekspor AC China ke Amerika Utara juga meningkat dengan pengiriman mencapai 469.000 unit pada Mei 2026 atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





