
Pantau - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan sedikitnya 330 anak tewas atau terluka di Sudan selama enam bulan pertama 2026, dengan wilayah Darfur dan Kordofan mencatat jumlah korban anak tertinggi akibat konflik yang masih berlangsung.
UNICEF Soroti Dampak Konflik terhadap Anak
UNICEF menyatakan anak-anak di Sudan terus menjadi kelompok yang paling terdampak dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung sejak April 2023.
UNICEF mengatakan, "Anak-anak di seluruh Sudan terus menanggung dampak terburuk dari perang yang kian mematikan."
Menurut UNICEF, situasi di El Obeid dan sekitarnya di Negara Bagian Kordofan Utara sangat mengkhawatirkan karena serangan drone dan serangan lainnya telah menyebabkan lebih dari 35 anak menjadi korban sejak Mei 2026.
Sedikitnya 18 anak dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian serangan tersebut.
UNICEF menyebut sekitar 60 persen korban di wilayah itu disebabkan oleh serangan drone.
Lembaga tersebut juga memperkirakan sekitar 500.000 warga sipil berada dalam risiko di kawasan tersebut.
Perwakilan UNICEF untuk Sudan Sheldon Yett mengatakan, "Bagi banyak anak, tidak ada lagi tempat yang aman ... anak-anak tidak boleh menjadi sasaran."
UNICEF Desak Perlindungan Warga Sipil
UNICEF mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil serta memastikan akses bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan.
UNICEF juga mencatat hampir 5 juta anak Sudan telah mengungsi sejak konflik pecah antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat pada April 2023.
Selain itu, sekitar 4,2 juta anak diperkirakan mengalami malnutrisi akut sepanjang tahun ini.
Sebanyak 8 juta anak lainnya diperkirakan putus sekolah akibat dampak konflik yang berkepanjangan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





