HOME  ⁄  Nasional

KemenPPPA Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan dalam Menghadapi Krisis Iklim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KemenPPPA Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan dalam Menghadapi Krisis Iklim
Foto: (Sumber :Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA Devy Nia Pradhika (kedua kiri bawah) dalam webinar series "Libur Telah Tiba" bertema Anak dan Orang Muda Tangguh Menghadapi Krisis Iklim, di Jakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak anak dan generasi muda memperkuat pengetahuan serta mengambil peran aktif dalam menghadapi krisis iklim melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga lingkungan.

Anak Dinilai Berperan Strategis Hadapi Krisis Iklim

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA Devy Nia Pradhika mengatakan anak bukan hanya kelompok yang terdampak perubahan iklim, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan solusi.

“Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan krisis iklim telah berdampak pada kehidupan anak, mulai dari banjir yang mengganggu kegiatan belajar, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga pencemaran lingkungan yang memengaruhi kesehatan dan ruang bermain.

Menurutnya, menjaga lingkungan berarti melindungi hak anak untuk hidup sehat, belajar dengan nyaman, bermain dengan aman, dan tumbuh secara optimal.

Dorong Aksi Nyata Sejak Usia Dini

Devy menyebut Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak atau hampir sepertiga dari total penduduk sehingga suara generasi muda sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak, hampir sepertiga dari seluruh penduduk Indonesia. Artinya, suara kalian sangat penting. Di tingkat dunia, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak hidup di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa, tetapi juga persoalan anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia,” ujarnya.

Ia mengajak anak dan generasi muda memulai langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat air dan listrik, menanam pohon, serta mengajak keluarga dan teman melakukan hal yang sama.

“Jangan pernah menganggap tindakan kecil itu tidak berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Mari kita buktikan bahwa anak-anak dan orang muda Indonesia bukan sekadar pewaris bumi ini, tetapi juga penjaga bumi. Karena ketika kalian menjaga alam sesungguhnya kalian sedang menjaga masa depan kalian sendiri,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf