
Pantau - Amerika Serikat (AS) menegaskan akan terus mendesak seluruh negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk memenuhi komitmen pertahanan mereka di tengah meningkatnya ancaman keamanan global, sebagaimana disampaikan Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker dalam artikel opini yang dimuat Fox News pada Senin waktu setempat.
AS Soroti Kewajiban Seluruh Anggota NATO
"Beberapa negara sekutu memikul beban yang lebih besar dibandingkan yang lain, dan Amerika Serikat akan terus mendesak setiap anggota aliansi ini untuk menghormati komitmennya," tulis Matthew Whitaker.
Ia menyatakan munculnya ancaman baru seperti pesawat nirawak (drone), serangan hibrida, hingga rudal hipersonik dapat melemahkan sistem keamanan kolektif apabila terdapat negara anggota yang tidak memenuhi tanggung jawabnya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengkritik sejumlah negara Eropa anggota NATO karena dinilai belum memberikan kontribusi yang memadai terhadap kapabilitas pertahanan aliansi.
Target Anggaran Pertahanan Naik hingga 5 Persen PDB
Trump juga mendorong negara-negara anggota NATO meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sebagai tindak lanjut, para pemimpin NATO dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Den Haag tahun lalu menyepakati target anggaran pertahanan sebesar 5 persen yang harus dipenuhi paling lambat pada 2035.
Kesepakatan tersebut mencakup alokasi 3,5 persen untuk belanja yang berkaitan langsung dengan pertahanan serta 1,5 persen untuk investasi di bidang keamanan.
KTT NATO 2026 dijadwalkan berlangsung di Ankara, Turki, pada 7 hingga 8 Juli 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





