
Pantau - Pemerintah India menilai kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia sebagai kunjungan yang sangat luar biasa setelah mendapat penyambutan istimewa berupa pengawalan pesawat tempur TNI Angkatan Udara dan sambutan langsung Presiden Prabowo Subianto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam.
"Ada penghormatan berupa jet-jet tempur yang menyambut beliau (PM Modi) saat memasuki wilayah udara Indonesia, serta gestur istimewa dari Presiden Prabowo yang menyambut beliau secara pribadi di bandara. Jika digabungkan, ini menjadi sebuah kunjungan yang sangat berkesan,” ungkap Tandon.
Pengawalan Jet Tempur Jadi Sorotan
Pesawat kepresidenan India yang membawa PM Modi dikawal tiga pesawat tempur F-16 dan dua Sukhoi Su-27/30 TNI Angkatan Udara sejak memasuki wilayah udara Indonesia hingga mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin sore.
Selain pengawalan udara, Tandon juga menyoroti penganugerahan tanda kehormatan tertinggi Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi PM Modi dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India.
Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis
Tandon mengatakan suasana kunjungan menjadi kesan yang paling membekas meski kedua negara juga menghasilkan berbagai kesepakatan penting.
“Tentu saja, banyak agenda kerja yang telah diselesaikan, tetapi atmosfer dari kunjungan inilah yang rasanya belum bisa saya gambarkan dengan sepenuhnya. Namun yang pasti, dari pihak kami, ini adalah kunjungan yang tidak biasa dan sangat luar biasa,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto dan PM Narendra Modi telah menyaksikan penandatanganan serta pengumuman 16 dokumen kerja sama Indonesia dan India di Istana Merdeka, Jakarta.
Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan di bidang eksplorasi ruang angkasa, pertahanan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, dan pendidikan.
PM Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungannya ke Yogyakarta pada 8 Juli sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan India dalam upaya restorasi Candi Prambanan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





