HOME  ⁄  Geopolitik

AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Klaim Balas Penembakan Kapal Dagang di Selat Hormuz

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Klaim Balas Penembakan Kapal Dagang di Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru terhadap Iran sebagai respons atas penembakan tiga kapal dagang di Selat Hormuz, menurut pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM).

CENTCOM menyatakan operasi militer tersebut dilakukan setelah Iran dituding menyerang kapal-kapal komersial yang diawaki warga sipil di perairan internasional.

CENTCOM menyatakan, "Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran untuk memberikan dampak besar kepada mereka karena sudah mengincar dan menyerang kapal komersial yang diawaki orang sipil tak bersalah di perairan internasional."

CENTCOM menambahkan, "Serangan tersebut adalah untuk membalas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran itu tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata."

Menurut laporan Axios, serangan militer Amerika Serikat menyasar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal, fasilitas peluncuran pesawat nirawak, serta fasilitas pelabuhan di Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Axios mengungkapkan bahwa intensitas serangan terbaru disebut empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan operasi militer yang dilakukan sekitar 10 hari sebelumnya.

Media nasional Iran, IRIB, melaporkan kapal Qatar Al-Rekayyat berusaha melintasi Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Sementara itu, PBS News melaporkan terdapat tiga kapal tanker yang terkena proyektil dalam insiden terbaru di Selat Hormuz.

Hingga kini, ketegangan di kawasan Selat Hormuz masih terus meningkat di tengah saling klaim terkait insiden penyerangan terhadap kapal-kapal komersial.

Penulis :
Aditya Yohan