
Pantau - China mendesak Amerika Serikat (AS) segera menghentikan blokade, paksaan, dan tekanan terhadap Kuba serta menegaskan dukungannya kepada negara tersebut dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan menolak campur tangan eksternal.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers harian di Beijing saat menanggapi peringatan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengenai dampak embargo AS terhadap negaranya.
Mao Ning mengatakan blokade penuh dan sanksi ilegal yang diberlakukan AS selama lebih dari 60 tahun telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi rakyat Kuba.
Ia menambahkan langkah terbaru AS yang kembali memperketat blokade dan sanksi telah memberikan pukulan terhadap mata pencaharian masyarakat Kuba sekaligus memicu kekhawatiran komunitas internasional.
"China, seperti biasa, menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional," ungkap Mao Ning.
Ia juga mendesak AS untuk menghentikan tindakan yang dinilai melanggar hak rakyat Kuba atas kelangsungan hidup dan pembangunan.
Mao Ning menyatakan China mendukung penuh Kuba dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan menentang segala bentuk campur tangan dari pihak luar.
"China siap bekerja sama dengan negara-negara lain di dunia untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyebut embargo AS telah membawa tekanan yang "tidak tertahankan" dan setara dengan "genosida", serta Kuba meminta penyelenggaraan sidang khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 7 Juli untuk membahas isu tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





