
Pantau - Sedikitnya 65 orang dilaporkan tewas dan hingga 170 lainnya terluka selama 10 hari pertama pelaksanaan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, di tengah laporan ratusan dugaan pelanggaran yang terjadi di wilayah perbatasan.
Ratusan Dugaan Pelanggaran Dilaporkan
Harian Lebanon Al-Akhbar melaporkan, dengan mengutip data Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon dan laporan lapangan, terdapat antara 180 hingga 230 dugaan pelanggaran oleh Israel selama periode tersebut.
Pelanggaran yang dilaporkan meliputi serangan udara, penembakan artileri, serangan darat, serta penerbangan drone secara intensif.
Seorang sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada Xinhua bahwa para pemukim Israel menyeberang ke wilayah Lebanon selatan di bawah perlindungan militer.
Sumber tersebut juga menyebut tentara Israel menggunakan sebuah drone untuk mengibarkan bendera Israel di sisi timur Dataran Tinggi Ali al-Taher.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan artileri Israel turut menembaki sejumlah wilayah perbatasan.
Korban Terus Bertambah Meski Gencatan Senjata Berlaku
Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon menyatakan jumlah korban meninggal akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 4.320 orang, sementara 12.203 lainnya mengalami luka-luka.
Perkembangan tersebut terjadi meskipun Lebanon dan Israel telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 26 Juni yang mengatur pelaksanaan gencatan senjata dan upaya deeskalasi di sepanjang perbatasan selatan Lebanon.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





