
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas kembali memanasnya konfrontasi militer di kawasan Teluk dan memperingatkan situasi tersebut berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dalam taklimat pers harian pada Rabu (8/7), sebagaimana dilaporkan Xinhua.
“Insiden-insiden yang kita saksikan dalam 24 jam terakhir ini berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat,” ungkap Dujarric.
PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri
Dujarric mengatakan kembalinya permusuhan dalam skala penuh dapat menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di kawasan, perdamaian dan keamanan internasional, serta perekonomian global.
“Kembalinya permusuhan skala penuh akan menimbulkan konsekuensi yang katastropik, baik bagi masyarakat di kawasan tersebut, bagi perdamaian dan keamanan internasional, serta bagi perekonomian global secara keseluruhan,” ujarnya.
Sekjen PBB menyerukan seluruh pihak agar menahan diri, menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, serta segera mengambil langkah-langkah deeskalasi.
Desak Iran dan AS Kembali ke Meja Perundingan
Guterres juga mengingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Ia mendesak Iran dan Amerika Serikat segera melanjutkan proses negosiasi guna menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tertunda melalui jalur diplomasi.
PBB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya mencegah kembalinya konflik, memulihkan stabilitas, serta mendorong penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





