HOME  ⁄  Geopolitik

China Sebut Dukungan 136 Negara di PBB Jadi Bukti Dunia Tolak Sanksi AS terhadap Kuba

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Sebut Dukungan 136 Negara di PBB Jadi Bukti Dunia Tolak Sanksi AS terhadap Kuba
Foto: (Sumber :Arsip foto - Gedung Capitol, salah satu landmark Havana, ibu kota Kuba, Senin (20/4/2026) di tengah aktivitas keseharian perkotaan tersebut. /ANTARA/Anadolu/Magdalena Chodownik/aa..)

Pantau - Pemerintah China menyatakan dukungan 136 negara dalam pemungutan suara Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait Kuba menjadi bukti bahwa langkah sepihak dan intimidatif Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut tidak mendapat dukungan masyarakat internasional.

China Soroti Dampak Embargo terhadap Kuba

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan AS telah memberlakukan blokade dan sanksi terhadap Kuba selama lebih dari 60 tahun, bahkan memperketat kebijakan tersebut dalam beberapa bulan terakhir hingga memicu krisis energi.

"Selama lebih dari 60 tahun, AS telah memberlakukan blokade yang kejam dan sanksi yang melanggar hukum terhadap Kuba. Yang lebih buruk lagi, dalam beberapa bulan terakhir AS semakin memperketat langkah-langkah tersebut sehingga memicu krisis energi di Kuba," ungkap Mao Ning kepada wartawan di Beijing.

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas keputusan Majelis Umum PBB yang kembali melanjutkan pembahasan mengenai embargo AS terhadap Kuba setelah Washington berulang kali mendorong agar isu tersebut diputuskan melalui pemungutan suara.

Menurut Mao Ning, embargo tersebut telah melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB, norma dasar hubungan internasional, serta hak Kuba untuk bertahan hidup dan berkembang.

China Desak AS Cabut Blokade

Mao Ning menilai hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB mencerminkan dukungan luas masyarakat internasional terhadap rakyat Kuba dalam menjaga kedaulatan nasional dan menolak campur tangan asing.

"Hasil pemungutan suara yang didukung mayoritas besar di Majelis Umum PBB mencerminkan dukungan luas masyarakat internasional terhadap rakyat Kuba dalam upaya menjaga kedaulatan nasional serta menentang campur tangan asing dan blokade. Ini merupakan bukti lain bahwa langkah-langkah sepihak dan intimidatif tidak mendapat dukungan," ujarnya.

China juga mendesak Amerika Serikat untuk mendengarkan seruan masyarakat internasional dengan segera menghentikan ancaman militer, mencabut blokade dan sanksi, serta mengakhiri berbagai bentuk tindakan koersif maupun tekanan terhadap Kuba.

Penulis :
Aditya Yohan