
Pantau - Korban tewas akibat serangan udara terbaru Amerika Serikat di Iran bertambah menjadi 17 orang, sementara 115 orang lainnya mengalami luka-luka setelah serangan yang terjadi di enam kota pada 8-9 Juli, menurut Kementerian Kesehatan Iran.
Korban Meninggal dan Luka Bertambah
Kepala Urusan Media Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan jumlah korban terus diperbarui setelah proses pendataan di lapangan.
"Selama terjadi serangan udara di enam kota di Iran pada 8-9 Juli, sebanyak 115 orang terluka, termasuk dua perempuan. Sebanyak 14 operasi dilakukan, 102 orang menerima perawatan medis dan dipulangkan. Sayangnya, 17 warga negara tewas, salah satunya seorang perempuan," ungkapnya.
Sebelumnya, otoritas Iran melaporkan sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 78 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan yang dilancarkan pada Rabu malam merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pihak Iran kemudian melaporkan telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait serta menuduh Washington melanggar memorandum yang bertujuan mengakhiri konflik.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku.
Amerika Serikat kemudian kembali melanjutkan serangan udara putaran kedua pada Rabu malam.
- Penulis :
- Aditya Yohan





