
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan semua pihak menahan diri dari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi saling membalas serangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pezeshkian menyampaikan seruan tersebut dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi kantor Presiden Iran.
Iran Dorong Komitmen Diplomatik
Pezeshkian mengatakan selain memperkuat upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata dan mencegah krisis meluas, seluruh pihak juga harus menjaga komitmen agar proses stabilisasi di Timur Tengah tidak terganggu.
"Adalah wajar untuk mengharapkan bahwa pihak-pihak lain juga mematuhi komitmen mereka dan menahan diri dari posisi atau tindakan yang akan merusak kepercayaan dan menyulitkan proses diplomatik," ungkap Pezeshkian.
Ketegangan Kembali Meningkat
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru ke Iran dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait serta menuding Washington telah melanggar nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penghentian permusuhan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





