HOME  ⁄  Geopolitik

IRGC Ancam Serang Pangkalan Musuh usai Tutup Selat Hormuz akibat Agresi Lanjutan terhadap Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

IRGC Ancam Serang Pangkalan Musuh usai Tutup Selat Hormuz akibat Agresi Lanjutan terhadap Iran
Foto: Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz.

Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap Iran setelah memutuskan menutup Selat Hormuz.

IRGC Tutup Selat Hormuz

Menurut laporan Press TV, IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tak bernama berupaya melintasi selat tersebut.

IRGC menyebut kapal itu mematikan sistem identifikasi dan menggunakan jalur yang tidak sah.

IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

"Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC.

CENTCOM Akui Luncurkan Serangan

Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi telah melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut menargetkan militer Iran di Selat Hormuz.

"Atas arahan Panglima Tertinggi, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran guna semakin melemahkan kemampuannya mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

"Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi baru-baru ini yang tidak dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil yang berlayar di jalur pelayaran internasional yang vital," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu.

Penulis :
Gerry Eka