
Pantau - Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama dalam perundingan dengan Amerika Serikat, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengingatkan Washington agar mematuhi komitmen dalam Memorandum of Understanding (MOU) Islamabad di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf melalui akun X pada Minggu dini hari waktu setempat dengan menegaskan bahwa era kesepakatan sepihak telah berakhir.
Iran Soroti Isi MOU Islamabad
Ghalibaf mengungkapkan, “Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata.”
Unggahannya turut menyertakan kutipan Pasal 5 dalam Memorandum of Understanding Islamabad yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 18 Juni lalu.
Pasal tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dengan menyoroti frasa “Republik Islam Iran akan membuat pengaturan.”
Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Pernyataan Ghalibaf muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan serta instalasi militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.
Di sisi lain, Amerika Serikat melancarkan gelombang ketiga serangan dengan menyasar instalasi radar, rudal, dan drone di wilayah selatan Iran.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan tersebut merupakan respons atas aksi Iran yang menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur pelayaran strategis tersebut hingga waktu yang belum ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang.
- Penulis :
- Gerry Eka





